Wednesday, December 12, 2012

ELOKNYA KAMPUNG RAWA

Anda masih bingung akan pergi ke mana saat liburan akhir tahun ini? Tidak ada salahnya merencanakan berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah. Sejumlah tempat wisata alam sekaligus kuliner dengan suasana asri persawahan banyak dijumpai di daerah ini. Salah satunya Kampung Rawa. Tempat ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata Anda dengan panorama perkampungan yang berada di tepian Danau Rawa Pening.

Tempat wisata Kampung Rawa ini berbeda dengan tujuan wisata lainnya. Letaknya di tepi Jalan Lingkar Selatan Bejalen, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sebagai tujuan wisata, Kampung Rawa memiliki konsep permainan, kesenian, dan rumah makan apung. Hamparan persawahan nan hijau dengan latar Gunung Merbabu dan Telomoyo menjadi pemandangan yang amat khas.

Untuk masuk ke Kampung Rawa ini, Anda cukup membayar tarif 5.000 rupiah untuk satu mobil pribadi. Selain bisa menikmati keindahan Kampung Rawa ini, Anda bisa menikmati berbagai permainan yang ada di Kampung Apung atau beristirahat sejenak bersama keluarga atau rekan-rekan sejawat di sebuah tempat makan (gazebo) yang berjumlah 15 unit. Di sekelilingnya, terhampar areal pematang sawah dan danau buatan.

Di sini, ada pula Restoran Kampung Rawa yang dikonsep sebagai restoran terapung. Bangunan pondok-pondok tempat makan dibangun di atas rakit yang terbuat dari drum-drum plastik bekas. Untuk menuju restoran ini, pengunjung harus menyeberang seruas rawa menggunakan rakit yang ditarik tali, seperti rakit penyeberangan sungai.

Kampung Rawa dibuka setiap hari mulai dari jam 8 pagi hingga 9 malam. Rumah makan di sini menyediakan aneka pilihan menu makanan, mulai dari berbagai ikan air tawar segar dari danau Rawa Pening yang dimasak dengan beraneka bumbu sampai nasi goreng dan mi goreng. Jenis makanan yang ditawarkan sebagian besar makanan khas Jawa dengan sedikit sentuhan oriental.

Sejumlah permainan bisa dicoba oleh putra-putri Anda, misalnya becak air dan perahu karet yang bisa dipakai menyusuri danau di kawasan Kampung Apung, atau naik becak mini dan ATV mini yang dapat disewa dengan sistem waktu.

Namun, atraksi yang paling diminati oleh para pengunjung adalah menikmati sensasi naik perahu di Danau Rawa Pening. Hanya dengan biaya 70 ribu rupiah, Anda dapat menikmati panorama di sekeliling Danau Rawa Pening dengan menaiki sebuah kapal dengan motor tempel yang cukup nyaman.

Setelah puas berkeliling atau makan, kita bisa melihat atraksi kesenian Jathilan atau tarian kuda lumping pada setiap hari Minggu yang digelar pengelola Kampung Rawa sebagai upaya turut melestarikan budaya lokal.

Pengelolaan objek wisata Kampung Rawa tersebut dilakukan oleh 12 kelompok tani dan nelayan di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang dinamakan Paguyuban Kampung Rawa dengan jumlah anggota 325 orang. Upaya pengeloaan yang ditempuh oleh para nelayan dan petani tersebut bertujuan memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan Rawa Pening di Bejalen dan Tambakboyo.

Nikmatnya Tahu Bakso Bu Pudji
Jika Anda berkunjung ke Semarang, jangan lupa singgah untuk mencoba tahu bakso Bu Pudji di Ungaran, Kabupaten Semarang. Tahu bakso Bu Pudji ini berbeda dengan bakso lainnya. Selain karena memang sudah terkenal, tahu bakso ini memiliki rasa yang lebih kenyal, gurih, dan tidak asin. Jika dipadukan dengan cabai rawit hijau dan kecap, rasanya akan semakin nikmat.

Tahu bakso Bu Pudji terletak di Jalan Letjen Suprapto No 24, Ungaran, Kabupaten Semarang, tepatnya di seberang DPRD Ungaran atau di gerai di Jalan Raya Semarang – Bawen km 24, yang ada di jalur selatan dari Semarang ke Solo atau Semarang ke Yogyakarta.

Harga tahu bakso ini cukup terjangkau. Setiap satu bungkus tahu bakso goreng berisi 10 biji harganya 22 ribu rupiah. Sedangkan tahu bakso basah atau yang belum digoreng 17 ribu rupiah. Tahu bakso ini dibuat tanpa bahan pengawet hingga bisa dimakan begitu saja ataupun diolah lagi dengan masakan lain. Di luar kulkas, makanan ini bisa bertahan sekitar dua hari. Jika dimasukkan ke kulkas, bisa tahan dan tetap enak hingga satu minggu.

Tahu bakso dengan merek Bu Pudji ini awalnya dirintis tahun 1995, saat Sri Lestari atau yang juga akrab dipanggil Bu Pudji memulai mengolah tahu bakso untuk dijual di kalangan teman-teman PKK atau Dharma Wanita.

Dari situ, produksi tahu baksonya mulai dikenal luas. Sebelumnya, Bu Pudji hanya melayani kalau ada pesanan. Saat itu, tahu bakso Bu Pudji dikenal sebagai tahu bakso kepodang karena rumahnya terletak di Jalan Kepondan, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kemudian, pada 1996, Bu Pudji mulai mencoba menggunakan gerobak dari kayu untuk menjual tahu bakso tersebut. Berkat kegigihannya dan menjaga rasa dan mutu dari tahu bakso itu, permintaan terus bertambah, baik yang datang langsung maupun yang dengan cara memesan.

Nama tahu bakso berubah saat Ibu Sri Lestari bersama keluarga pindah ke Jalan Kutilang dan hingga kini namanya jadi tahu bakso Bu Pudji.

Berkunjung ke Gua Kreo
Tempat wisata Gua Kreo ini dinilai cukup unik. Gua ini, selain merupakan tempat wisata yang cukup langka, memiliki pesona alam, habitat kera yang cukup banyak, serta legenda yang cukup layak diapresiasi dan dikunjungi.

Lokasi objek wisata alam kawasan wisata Gua Kreo Semarang ini berada di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kawasan wisata alam ini memiliki luas total sekitar 20 hektare yang letaknya di lereng Bukit Kreo.

Karena keindahan dan keasriannya, kawasan wisata alam Gua Kreo termasuk objek paling favorit yang didatangi pengunjung. Kedalaman gua mencapai 25 meter. Sekitar 10 meter di sebelah kanan Gua Kreo, ada lagi sebuah gua bernama Gua Landak yang memiliki kedalaman hingga 30 meter.

Di sini pun terdapat hutan seluas 5 hektare, sungai, dan air terjun yang jernih yang berasal dari sumber mata air yang tak mengenal musim sehingga tak pernah surut mengalir.

Gua Kreo Semarang dipercaya sebagai lokasi petilasan Sunan Kalijaga yang dia temukan saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak. Menurut legenda, Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut.

Kata kreo berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan gua ini disebut Gua Kreo, dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu.

Untuk mencapai mulut gua, pengunjung harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Di sebelah utara Gua Kreo, terdapat air terjun yang jatuh ke Sungai Kreo. Selain bisa menikmati pemandangan alam yang amat indah, udara yang sejuk, serta bercanda dengan ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis), pengunjung bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar di bagian bawah.

WISATA KALIPANCUR

-->
Kawasan wisata alam Air Terjun Kali Pancur ini berada di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sekitar 14 km sebelah barat Kota Salatiga. Untuk menuju ke lokasi obyek wisata ini tidak ada sarana transportasi umum, jadi harus membawa kendaraan sendiri. Jika terpaksa harus naek kendaraan umum bisa dapat mengambil jurusan Kopeng Salatiga dan jika telah sampai di Desa Wates Kec. Getasan lantas jalan kaki atau dengan naik ojek sekitar 3 km an. Kondisi jalan tergolong baik hanya beberapa ratus meter menjelang lokasi jalan agak sempit dan belum beraspal. Di sepanjang perjalanan pengunjung dapat melihat keindahan alam lereng gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu.

Tempat parkir di obyek wisata air terjun kali pancur ini cukup luas, berada pada koordinat 110, 25′ 21.37″BT 7, 21′ 41.5″LS. Tiket masuk seharga Rp 2.500 (Oktober 2010) per orang. Lokasi air terjun kalipancur ini sekitar 900m (dengan jumlah anak tangga lebih dari 800) dari pintu masuk, jalanan cukup terjal meski sudah ada tangga permanen. Jadi harus disiapka fisik yang cukup fit sebelum menuju lokasi air terjun ini.
Pemandangan Air Terjun
Hampir di sepanjang menuruni anak tangga, terdapat suara gemericik air pegunungan yang mengalir di samping anak tangga dengan pemandangan alam yang menakjubkan, dengan ketinggian air terjun sekitar 150 meter. Selain dihiasi relief bebatuan alam, tebing air terjun itu juga dipenuhi goa kecil tempat berteduh bagi burung walet. Setelah menikmati keindahan alam Air Terjun Kali Pancur ini sebaiknya menghemat tenaga, karena untuk kembali pulang pengunjung harus menyusuri lagi satu per satu anak tangga yang menanjak tadi.
Air terjun kali pancur memiliki ketinggian sekitar 100 meter, berada pada
punggungan gunung telomoyo yg mengarah ke danau rawa pening. Sepanjang punggungan gunung ini selain terdapat air terjun juga memiliki banyak tebing batu andesit dengan ketinggian bervariasi dari 20 meter sampai 100 meter.


KOPENG PARIWISATA


Kopeng adalah nama sebuah desa yang terletak di kecamatan Getasan, Semarang, Jawa Tengah, sekitar 15 km dari kota Salatiga. Terletak di ketinggian 1.450 m dari permukan laut. Diapit oleh gunung Telomoyo, Andong dan Merbabu. Menyajikan panorama yang memikat dalam nuansa alam pedesaan dipadu dengan keindahan hamparan tanaman bunga dan sayuran membentuk suasana asri nan menyejukkan.
-->
Untuk menuju Kopeng dari Semarang, Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke arah Kopeng. Kondisi jalannya beraspal mulus, hati-hati jangan mengendarai terlalu cepat, karena luas jalannya hanya cukup untuk dua mobil.

Di lokasi wisata Kopeng terdapat air terjun Umbul Songo, yang berarti sembilan mata air. Jika Anda masuk ke lokasi Umbul Songo ini akan tercium semerbak udara pegunungan yang bersih dan harum bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar lokasi wisata.

Di Kopeng terdapat banyak villa-villa yang dilengkapi fasilitas TV dan air Panas, ruang pertemuan, ruang makan, bahkan dapur. Sehingga Anda dapat memasak sendiri apabila diinginkan. Serasa seperti di rumah sendiri disertai halaman parkir yang cukup luas. Anda dapat leluasa menikmati hari-hari libur dan rekreasi.

Bagi  Anda yang suka pada pendakian gunung, Anda bisa mengunjungi Wana Wisata Kopeng. Dan melihat gunung Merbabu dengan diterawangi oleh sinar matahari sore hari. jadinya puncak gunung seperti berkilauan. Belum lagi udaranya yang segar. 

Kopeng
* Lokasi : Desa Kopeng, Kec. Getasan
* Jarak tempuh :
o Kopeng - Kota Ungaran : 25 km
o Kopeng - Kota Semarang : 45 km
* Daya Tarik :
o Wisata Alam: Panorama alam pegunungan lereng Gunung Merbabu dengan hawa yang sejuk.
o Pasar sayur dan buah

* Daya Dukung Wisata :
o Lokasi mudah dijangkau, area yang luas, dapat digunakan santai bersama keluarga.
o Hotel, Rumah makan, Kolam Renang
o dilalui jalur bus jurusan Salatiga - Magelang